• Universitas Bertaraf Internasional di Indonesia
  • kuliah dengan asrama
  • Beasiswa Universitas Swastadi Indonesia
International University

Kuliah Bahasa Inggris Sebagai Pengantar

Kuliah Bahasa Inggris Sebagai Pengantar

Kuliah Bahasa Inggris sebagai Pengantar

Kuliah bahasa Inggris sebagai pengantar mungkin pernah menjadi perdebatan lantaran banyak yang berkata bahwa itu mengkhianati konstitusi negara. Padahal kuliah dengan bahasa Inggris bisa menjadi latihan bagi kamu yang ingin mengasah bahasa Inggris-mu. Tentunya, dalam berkomunikasi kita membutuhkan salah satu bahasa yang bisa dipahami oleh semua orang. Bahasa Inggris-lah yang menjadi bahasa internasional yang akan memudahkanmu berbicara dengan berbagai orang di luar negeri.

Sejarah Bahasa Inggris

Banyak yang bertanya-tanya mengapa bahasa Inggris bisa dijadikan sebagai bahasa internasional sedangkan begitu banyak bahasa yang ada di dunia. Bukan tanpa alasan ketika Bahasa Inggris dipilih sebagai bahasa Internasional. Tercatat ada 53 negara serta 10 organisasi internasional yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi mereka. Selain itu, hampir semua negara di belahan dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa nasionalnya masing-masing. Sejarah paling jelasnya bahwa pembentukan bahsa global itu dipengaruhi oleh faktor kekuasaan. Dahulu kala, bahasa latin-lah yang menjadi bahasa pengantar (lingua franca), walaupun faktanya di sana memiliki kedudukan minoritas di Kekaisaran Romawi.

Ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan bahasa inggris menjadi pilihan karena bahasa Inggris merupakan bahasa tertua di dunia yang sudah ada di dataran Britania sekitar abad ke-8. Selain karena bahasa Inggris sebagai bahasa tertua, bahasa Inggris juga memiliki perkembangan kosakata yang begitu pesat dan cepat. Tim riset gabungan antara peneliti Harvard University dengan Google tercatat bahwa ada penambahan kosakata bahasa Inggris sampai 8500 kata per tahun. Kini jumlah kosakata yang terdapat dalam bahasa tersebut sudah mencapai 1.022.000 kata dan masih akan terus bertambah. Kosakata tersebut merupakan kosakata yang lebih banyak daripada bahasa Indonesia. Perkembangan jumlah kosakata inilah yang menjadi pertimbangan layak atau tidaknya sebuah bahasa dapat dijadikan sebagai bahasa Internasional.

Selain itu, Inggris merupakan salah satu negara maju di dunia. Hal ini terlihat dari berbagai inovasi serta penyebaran ilmu pengetahuan yang banyak terjadi di negara-negara barat. Ilmuan-ilmuan, jurnal ilmiah, penemuan, dan inovasi yang dibuat di negara barat itu berkembang sangat cepat. Sebelumnya, ketika dunia keilmuan dikuasai oleh Arab, bahasa Arab-lah yang menjadi dominan di dunia. Penggunaan bahasa Inggris pun menjadi hal yang wajib jika kamu ingin mengikuti perkembangan dunia. Makanya, saat ini begitu banyak kampus yang menerapkan kuliah bahasa Inggris sebagai pengantar.

Fakta lainnya juga dikatakan bahwa Inggris merupakan negara yang memiliki banyak negara jajahan di seluruh dunia. Hal inilah yang membuat bahasa Inggris sangat familiar dan banyak digunakan oleh berbagai negara, apalagi negara jajahan Inggris. Itulah sebabnya bahasa Inggris lebih cepat tersebar ke berbagai belahan dunia.

Menariknya lagi, bahasa Inggris sudah diprediksi akan tetap menjadi bahasa internasional untuk beberapa puluh tahun ke depan. Tahun 2050, diprediksi bahwa India akan menjadi negara dengan populasi penduduk terbanyak di dunia dan akan mengalahkan Republik Tiongkok. Negara India kini sedang menerapkan bahasa Hindi dan Inggris sebagai bahasa resmi di negaranya. Hal inilah akan terlihat bahwa negara ini akan ikut memperkuat pengaruh bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

Baca Juga: Universitas bertaraf Internasional di Indonesia

5 Negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantarnya

Bagi kamu yang ingin berkuliah di luar negeri, pasti kamu harus tahu bahwa banyak kampus yang menjadikan bahasa Inggris ini sebagai pengantar. Tapi ada beberapa negara nih yang tidak begitu menjadikan bahasa Inggris untuk pengantar di kampusnya. Bisa kamu simak di bawah.

  1. Malaysia

Malaysia merupakan negara yang sudah mendapat pengakuan dunia internasional terkait dengan mutu pendidikan tingginya. Ada beberapa kampus di Malaysia yang tidak menjadikan bahasa Inggris sebagai pengantar. Contohnya di Sunway University, Taylor’s University, dan Limkokwing University, para pendaftar tidak memerlukan sertifikat TOEFL ataupun IELTS. Persyaratannya adalah bahasa Inggris-mu harus 7 atau 8.

  1. Korea Selatan

Berkuliah di negara ginseng, kamu tidak terlalu membutuhkan sertifikat TOEFL & IELTS, tapi sebagai gantinya, kamu harus memiliki sertifikat TOPIK (Test of Proficiency in Korean). Kamu perlu mencari tahu persyaratan TOPIK, ya. Jika kamu ingin mendaftar untuk beasiswa ke Korea, pastikan usiamu tidak lebih dari 25 untuk S1 dan 40 untuk S2/S3. Syarat nilai IPK minimal adalah 3.0

  1. Cina

Negara berikutnya yang tidak begitu membutuhkan TOEFL atau IELTS untuk berdaftar kuliah adalah Cina. Yang kamu perlukan untuk berkuliah di Cina adalah menyertakan sertifikan HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi), kemahiran berbahasa Mandarin bagi penutur asing. Kalau belum memiliki HSK, kamu tetap dapat berkuliah di Cina dengan mengikuti kelas persiapan bahsa selama 1 tahun atau kurang.

  1. Prancis

Bagi kamu yang ingin berkuliah di Prancis, kamu harus memiliki sertifikat DELF atau Ijazah Kemampuan Bahasa Prancis. Mempelajari bahasa Prancis adalah sebauh investasi karena bahasa Prancis sudah masuk dalam 5 besar bahasa paling berpengaruh di dunia. Bagi kamu yang ingin belajar bahasa Prancis, kamu bisa mengikuti kursus online yang sudah banyak tersedia. Kamu pun tidak perlu repot-repot menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.

  1. Turki

Jika kamu ingin berkuliah di Turki, hal yang harus kamu lakukan adalah lulus tes YOS. Materi yang diujikan adalah Matematika dan tes IQ. Jika kamu berhasil lulus, kamu hanya perlu melengkapi dokummen-dokumen yang diminta oleh universitas. Dokumen tersebut juga harus diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah, dan dilegalisasi oleh pihak pengeluar dokumen.

Kuliah bahasa Inggris sebagai Pengantar di President University

Setelah mengetahui asal usul bahasa Inggris menjadi bahasa internasional membuat kita berpikir bahwa begitu penting bahasa Inggris di dunia, khususnya dunia pendidikan. Salah satu kampus di Indonesia yang memberikan bahasa Inggris sebagai pengantar adalah President University. Kampus yang terletak di kawasan Jababeka ini dikenal juga sebagai kampus dengan banyak mahasiswa asingnya. Mahasiswa-mahasiswanya banyak yang berasal dari Australia, Cina, Vietnam, Korea Selatan, Afrika Selatan, Monglia, Timor Leste, Afganistan, serta Uni Emirat Arab. Tak mengherankan jika di sana menjadikan kuliah dengan bahasa Inggris sebagai pengantar.

Kampus ini juga terkenal sebagai kampus yang banyak menyediakan beasiswa untuk para mahasiswanya. President University sudah mendapatkan akreditasi A pada 19 Desember 2018 dari BAN-PT. President University juga sudah masuk dalam daftar 15 Perguruan Tinggi Terbaik di Jawa Barat yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti pada Agustus 2019 lalu.

President University menyediakan kompleks asrama untuk para mahasiswanya yang letaknya tidak terlalu jauh dari kampus. Kompleks asrama ini terdiri dari Student Boarding House dan Student Pavillion. Kurikulum yang diterapkan oleh kampus ini adalah kurikulum standar internasional. President University juga memiliki komunitas multinasional karena para mahasiswanya berasal dari pelosok Indonesia dan mancanegara seperti Vietnam, Cina, Korea Selatan, dsb. Lingkungan di sana juga berbahasa Inggris sehingga semua mata kuliahnya diajarkan dengan bahasa Inggris sebagai pengantar. Hal ini akan sangat baik bagi para mahasiswanya untuk berbicara, menulis, dan berpikir dalam bahasa Inggris.

Kuliah Bahasa Inggris sebagai Pengantar